Active Debate


Apa kabar ? semoga anda semua senantiasa sejatera....

Kali ini kami hadir dengan pola pendekatan baru ialah yang kami sebut "Active Debate". Pola pendekatan ini dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kala siswa diharapkan dapat mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :


  1. Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang berkaitan dengan materi ajar ( contoh : "Negara Indonesia sebaiknya diganti menjadi negara serikat saja").
  2. Bagilah kelas menjadi 2 team dan mintalah satu kelompok berperan sebagai pendukung atau kelompok yang "pro" dan kelompok yang lain menjadi penentang atau "kontra".
  3. Beriutnya buat 2 sampai 4 sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. Misalnya, dalam kelas dengan 24 siswa kita dapat emmbuat 3 sub kelompok "pro" dan 3 sub kelopok "kontra" yang masing-masing terdiri dari 4 orang siswa.Setiap sub-kelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi, atau menyiapkan urutan daftar argumen yang bisa mereka diskusikan dan seleksi. Di akhir diskusi setiap sub-kelompokmemilih seorang juru bicara.
  4. Siapkan 2 s/d 4 kursi (tergantung dari jumlah sub-kelompok yang ada) untuk para juru bicara pada kelompok "pro" dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok "kontra". siswa yang lain duduk di belakang para juru bicara. Proses ini disebut argument pembuka.
  5. Setelah mendengar argumen pembuka, hentikan debat dan kembali ke sub-kelompok masing-masing. Setiap sub-kelompok diminta untuk mempersiapkan argumen yang menolak argumen pembuka dari kelompok lawan. Setiap sub-kelompok memilih juru bicara yang baru.
  6. Lanjutkan kembali debat. Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberikan argumrn penentang. Ketika debat berlangsung peserta yang lain didorong untuk memberikan catatan yang berisi usulan argumen atau bantahan. Siswa diperbolehkan untuk bersorak atau bertepuk tangan untuk masing-masing argumen dari wakil kelompok mereka.
  7. Pada saat yang tepat akhiri debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas melingkar. pastikan bahwa kelas terintegrasi dengan meminta mereka duduk berdampingan dengan mereka yang berada di kelopok lawan. Diskusikan apa yang telah dipelajari oleh siswa dari pengalaman debat tersebut. Minta siswa untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik menurut mereka.  
Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar